Jakarta, CNBC Indonesia– Perang saudara pecah di negara tetangga RI. Pertempuran dilaporkan berkobar di perbatasan timur Myanmar dengan Thailand sejak Sabtu lalu.

Serangan dilaporkan dilakukan kelompok anti junta militer (pasukan perlawanan) yang berperang untuk mengusir pasukan junta. Sejumlah ledakan dan tembakan terus terdengar di wilayah itu.

Stasiun penyiaran Thailand NBT dalam sebuah postingan di X mengatakan pasukan perlawanan menggunakan senapan mesin 40mm dan menjatuhkan 20 bom dari drone. Sekitar 200 tentara junta menjadi target.

Media MRTV yang dikelola pemerintah Myanmar juga mengatakan “milisi dan pemberontak etnis minoritas” telah menggunakan penembakan dan pemboman yang berlebihan untuk menyerang pasukan junta. Pasukan pemerintah disebut membalas dengan serangan udara untuk mencoba menjaga stabilitas.

“Pemberontak mundur setelah menderita banyak kerugian,” klaim media itu sebagaimana dimuat Reuters dan The Guardian, dikutip Senin (21/4/2024).

Sebelumnya, pejuang perlawanan anti junta merebut kota perdagangan utama Myawaddy di sisi perbatasan Myanmar sejak 11 April. Ini menjadi sebuah pukulan telak bagi militer yang mempunyai perlengkapan lengkap.

Kota itu merupakan sumber pendapatan pajak utama dan saluran perdagangan perbatasan tahunan senilai lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp 16,2 triliun). Belum ada komentar resmi dari junta soal pertempuran ini.

Sementara itu Perdana Menteri (PM) Thailand, Srettha Thavisin, mengatakan memantau dengan cermat kerusuhan tersebut. Ia menginstruksikan semua lembaga Thailand untuk bersiap menghadapi segala situasi dan akan mengunjungi daerah perbatasan pada Selasa pekan ini.

“Saya tidak ingin melihat bentrokan seperti itu berdampak pada integritas wilayah Thailand dan kami siap melindungi perbatasan dan keselamatan rakyat kami,” tegasnya.

Kementerian Luar Negeri Thailand juga mengatakan pihaknya berharap situasi akan segera normal. Lembaga itu mendesak pemerintah Myanmar untuk memastikan pertempuran tidak meluas ke perbatasan.

“Kami telah memberi tahu kedutaan Myanmar di Thailand agar Myanmar berhati-hati agar tidak melanggar wilayah kedaulatan dan wilayah udara Thailand serta mempengaruhi keselamatan orang-orang di perbatasan,” kata Duta Besar Thailand Nikorndej Balankura.

Diketahui sekitar 3.027 warga sipil Myanmar juga dilaporkan telah mengungsi melintasi perbatasan untuk mencari perlindungan sementara di kota Mae Sot. Laporan EPA menyebut penduduk desa Myanmar menyeberangi sungai Moei di distrik Mae Sot di perbatasan Thailand-Myanmar, menghindari pertempuran sengit antara pemberontak dan junta.

Militer Myanmar menghadapi tantangan terbesarnya sejak pengambilalihan jajahan Inggris itu melalui kudeta tahun 2021 terhadap pemerintahan peraih Nobel Aung San Suu Kyi. Hingga kini Myanmar terjebak dalam berbagai konflik berintensitas rendah dan berjuang untuk menstabilkan perekonomian yang morat-marit.

Negara ini terjebak dalam perang saudara antara militer dengan aliansi anti junta yang terdiri dari etnis minoritas dan gerakan perlawanan. Perlawanan lahir dari tindakan keras terhadap protes anti-kudeta yang hingga Juni 2023 disebut telah memakan korban tewas hingga 6.000 jiwa.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Perang Saudara Memanas di Tetangga RI, PBB ‘Teriak’ Begini


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *