Jakarta, CNBC Indonesia РJalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun lalu ternyata memiliki banyak temuan soal potensi keselamatan. Berdasarkan dokumen hasil mitigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang diterima CNBC Indonesia, ternyata ada 9 temuan penting soal tol ini.

Berikut rincian 9 temuan Tol Cisumdawu tersebut

1. Temuan:

Jalur Penghentian Darurat (JPD) KM 202+500 A Material landasan penghenti sudah menggunakan batuan bulat namun ukuran tidak seragam dan masih terdapat pasir/tanah.

Tindak lanjut: –

2. Temuan:

2 regulasi terkait JPD Permenhub Nomor 48 Tahun 2023 tentang alat pengendali dan pengaman pengguna jalan dan SE Dirjen Bina Marga Kemen PUPR Nomor: SE/Db/2022 tentang pedoman perncanaan jalur penghentian darurat, dimana ke 2 aturan tersebut tidak sejalan, sehingga pelaksanaan di lapangan menjadi rancuh, untuk ini diusulkan untuk ditetapkan salah satunya agar tidak menjadi tumpang tindih

Tindak lanjut: –

3. Temuan:

Pada JPD masih terdapat bangunan rigid berupa pagar pengaman kaku/ dinding beton di sisi kanan dari arah masuk kendaraan pada dalam JPD, hal ini berpotensi menjadi hazard atau membahayakan bagi pengguna jalan apabila masuk JPD

Tindak lanjut:

Dipasang ban pada dinding JPD

4. Temuan:

Dalam penggunaan material penyusun JPD masih ditemukan menggunakan batuan kali dengan ukuran yang tidak seragam dan bercampur dengan pasir/tanah, sehingga material landasan JPD akan mudah memadat dengan terkena hujan dan panas sehingga mengeras. Kondisi ini menghilangkan daya hambat dari gravel dan menyebabkan tidak mampu menghentikan laju kendaraan dan dapat menimbulkan fatality pengendara yang menggunakan JPD

Tindak lanjut:

Akan dilakukan penggantian material dengan batuan kali sesuai dengan spesifikasi

5. Temuan:

Rambu-rambu perlengkapan jalan yang berada pada jalur pegarah JPD masih ditemukan bercampur dengan rambu informasi lainnya, hal ini dapat mengganggu pengemudi terkait informasi lokasi JPD, background rambu dari beberapa penelitian ketika orang atau pengemudi dalam kondisi panik, hanya rabu ber-background kuning yang akan terlihat, untuk itu sebaiknya dilakukan penelitian lebih seksama dan ilmiah sehingga dapat ditetapkan warna rambu JPD

Tindak lanjut:

Akan disesuaikan kembali Rambu informasi lainnya di lepas atau di relokasi, dan

dilakukan penelitian lebih seksama dan ilmiah sehingga dapat ditetapkan warna rambu JPD (kuning)

6. Temuan

a. Pada musim penghujan, kondisi permukaan jalan akan cenderung basah dan terdapat genangan air, hal ini dapat mengakibatkan kendaraan tergelincir sehingga terjadi aquaplanning / hydroplaning.

Tindak Lanjut: telah dilakukan mapping dan Akan dilakukan overlay pada area genangan air, agar permukaan elevasi perkerasan miring 2% keluar

b. Perlu diberlakukan aturan batasan tinggi genangan air/standing water dan kecepatan maksimum kendaraan ketika dalam kondisi hujan disesuaikan dengan kondisi genangan air.

Tindak lanjut: Telah dipasang Peringatan seluruh VMS yang ada di Cisumdawu 11 titik pada saat terjadi hujan kecepatan maksimal 70 KM/Jam

c. Pada jalan tol Cisumdawu jalur B terdapat tanjakan panjang dan sedikit berbelok ke kiri, pada musim hujan aliran air akan mengalir turun kesisi sebelah kanan, dan memungkinkan terhalang oleh Median Barrier

Tindak lanjut: akan dilakukan pengecekan kemiringan jalan pada lokasi

tersebut, evaluasi kami selama hujan deras lokasi tersebut, air mengalir ke outer, dan tidak terjadi ada genangan

7. Temuan:

Terowongan Kembar (Twin Tunnel) Perlu dibuatkan emergency response plan / Kesiapsiagaan tanggap darurat bencana, hal ini diperlukan terkait bagaimana pola pemeriksaan terowongan ketika terjadi gempa, pergeseran permukaan tanah/tertabrak kendaraan, bagaimana pola MRLL ketika terjadi kecelakaan.

Tindak lanjut:

Twin tunnel telah di pasang SHMS (Struktur Health Maintenance Sistem) Vibrating Wire Strain Gage dan Accelerometer yang akan monitoring regangan dan Juga Gempa.

Telah dibuatkan SOP Penanganan Emergency

Manajemen Rekayasa Lalin Bekerja sama dengan Kepolisian dengan melakukan

Rekayasa Contra flow Jika salah satu tunnel harus ditutup

8. Terminal dengan bantalan/ Crush Cushion

a. Pada jalan Tol Cisumdawu ditemukan terminal dengan bantalan tabrakan/crush cushion ditempatkan pada jalur JPD, hal ini justru menjadi hazard pada kendaraan yang akan menggunakan JPD, sehingga crush cushion yang ada pada JPD dihilangkan

b. Penempatan terminal dengan bantalan tabrakan/crush cushion dapat disesuaikan berdasarkan aturan dari Permenhub No. 48 Tahun 2023 tentang pengendali pengguna jalan dan Kepdirjen Hubdat No. KP-DRJD 7179 tahun 2023 tentang pedoman teknis alat pengendali dan pengamanan pengguna jalan

Tindak lanjut: akan dikaji kembali karena Pemasangan Crush Cushion berdasarkan instruksi Tim ULF

9. Kecepatan Desain dan Kecepatan Operasional

a. Kecepatan Desain pada on/off ramp berdasarkan standar geometric jalan bebas hambatan untuk jalan tol No..0078/BM/2009 adalah 40 km/jam

b. Kecepatan pada on/off ramp sebaiknya 80-85% dari kecepatan design, khusus on/off ramp kecepatan operasional 40 km/jam atau 80% dari design speed, maka kecepatan design adalah 50 km/jam

Tindak lanjut: akan di evaluasi kembali terhadap RTA dengan terbangun

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


KNKT Umumkan Penyebab Tabrakan KA Turangga Vs CL Bandung Raya


(hoi/hoi)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *